Falsafah IQRA Untuk Kebangkitan Negeriku
(Sebuah Pesan Kebangkitan Untuk Rakyat dan Pemimpin Negeriku)
IQRA (bacalah) dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari alaq. IQRA (bacalah) dan Tuhanmulah yang Maha Akram. Yang mengajar dengan perantaraan qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al-Alaq: 1-5)
IQRA yang seringkali diterjemahkan bebas dengan arti “bacalah” merupakan kalimat perintah yang pertama kali diterima ketika Nabi Muhammad saw menerima wahyu yang pertama di Gua Hira.
Sebagian besar diantara kita mungkin menganggap bahwa perintah “IQRA” ini merupakan perintah Allah yang biasa sebagaimana halnya kita menganggap perintah-perintah Allah yang lainnya, seperti: shalat, puasa, zakat, infaq, haji dan sebagainya.
Namun, sesungguhnya, jika saja kita mau bertafakur sejenak untuk mau memikirkan dan merenungkan apa hikmah diturunkannya perintah ini, pastilah kita akan sedikit kaget dan terheran bahwa dibalik perintah “ÍQRA” yang terlihat biasa ini ternyata terdapat sebuah skenario besar yang Allah persiapkan kepada Nabi Muhammad dan juga kepada seluruh umatnya untuk menjadi rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin).
Padanya terdapat sebuah kunci pembuka yang mampu membangunkan raksasa tidur yang terdapat pada diri setiap manusia, sebuah kunci yang mampu melepaskan semua simpul-simpul yang membelenggu di setiap sudut dimensi kehidupan manusia, sebuah kunci yang mampu membawa manusia menemukan potensi dan jatidirinya, sebuah kunci yang akan membawa perubahan besar dalam kehidupan, sebuah kunci yang menjadi sokoguru kebangkitan ummat, kebangkitan bangsa dan kebangkitan negeri.


Komentar Terbaru :